Jumat, 13 April 2012
kobaran#
mereka datang satu demi satu dengan senyum yang lebar
dengan segegam emas silaukan mata
segegam padi penuh kenikmatan
dan secangkir kenikmatan dunia
mereka mencoba mengambil beban dipundaknya
mencoba mnghiburnya
dan mencoba jadi berjasa
sejenak mereka layak sebagai pelita
menawan
membuat orang menganga
layaknya pelita yang berkobar api suatu hari api akan bertanya pada pengelana menagih janji keberhasilannya.
_sayap - sayap rapuh
sudah lama hak itu menghilang
sisa sepi yang dulu kau beri
masih terbisik di telinga ini
hati serta pikiran
sebilah pedang bertuliskan rindu siap menebas rasa benci yang lama terpatri
sayapnya patah setelah sekian waktu kau paksa terbang
tapi tak kau pandang,
hingga sang dewi jatuh, menutup seluruh indranya
mungkin dia hanya pingsan
berharap kecupan hangat mendrat tepat di pori - pori
sayang pangeran itu tuli dan bisu
didapat hanya akhir sepengal tiang.
sisa sepi yang dulu kau beri
masih terbisik di telinga ini
hati serta pikiran
sebilah pedang bertuliskan rindu siap menebas rasa benci yang lama terpatri
sayapnya patah setelah sekian waktu kau paksa terbang
tapi tak kau pandang,
hingga sang dewi jatuh, menutup seluruh indranya
mungkin dia hanya pingsan
berharap kecupan hangat mendrat tepat di pori - pori
sayang pangeran itu tuli dan bisu
didapat hanya akhir sepengal tiang.
Langganan:
Komentar (Atom)



