Jumat, 14 September 2012

SEGARIS INGATAN

waktu umurku masih bisa dhitung oleh jari tangan, umi menghadiahiku untuk pertama kalinya sebuah buku, buku yang menjadi sebuah awal kegemaranku sampai detik ini, komik. masih terngiang di benakku, waktu itu aku dititipkan dirumah tante ku karena umi pergi belanja. dirumah hanya ada nenekku yang amat bawel sangat sekali :D. Saya kira sampai sekarang belum ada lawan yang sepadan baginya dalam urusan bercerita dan menceramahi anak cucunya, nenekku satu-satunya. kembali pada ceritaku ya, sepulang umi berbelanja aku yang paling kecil saat itu memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar(ngratil). kubongkar muatan belanja umi sampai kedasarnya, dan ku temukan komik. bukannya diberikan padaku umi malah terlihat malu karena sebenarnya buku itu akan dijadikan hadiah pada ulangtahunku besok. dan aku mencoba bersabar menunggu hari itu. begitu aku mendapatkannya serta membaca selembar demi selembar, tau apa yang menunggu di akhir cerita? BERSAMBUNG!
omg.... gak yahud bgt deh.... penasaranku bersambung juga.hemh.

berikut beberapa koleksiku :
 





Batu Tak Bertuah












 Sembilan titik sembilan bersama bulan

   Kembali kusadari ku berjalan dikejadian yang sama

       Ditempat kau menemukanku
          Dijalan setapak penuh kerikil dan debu itu


            Semua serasa merdu

               Pernah ku kau sebut kerikil tak bertuah
            Kerikil yang kau asah lalu jadi berlian
        Namun kau jual pada pengepul
     Lalu kau berpaling dan mengambil kerikil lain
  Tak pernah kau pandang apa yang ada didalam diri ini
Kau bersanding dengan kerakusanmu
 Melupakan usahaku menahan rasa yang tak pernah bisa kau pahami
    Karena aku batu.
       Sunyi dan sunyi lagi aku tak mau bergulat lagi


          Hanya susah yang kau beri

      Lalu waktu pun terhenti.