Sembilan titik sembilan bersama bulan
Kembali kusadari ku berjalan dikejadian yang sama
Ditempat kau menemukanku
Dijalan setapak penuh kerikil dan debu itu
Semua serasa merdu
Pernah ku kau sebut kerikil tak bertuah
Kerikil yang kau asah lalu jadi berlian
Namun kau jual pada pengepul
Lalu kau berpaling dan mengambil kerikil lain
Tak pernah kau pandang apa yang ada didalam diri ini
Kau bersanding dengan kerakusanmu
Melupakan usahaku menahan rasa yang tak pernah bisa kau pahami
Karena aku batu.
Sunyi dan sunyi lagi aku tak mau bergulat lagi
Hanya susah yang kau beri
Lalu waktu pun terhenti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar